Rabu, 24 November 2010

Masakan Jepang

          
          Masakan Jepang (日本料理 nihon ryōri, nippon ryōri) adalah makanan yang dimasak dengan cara memasak yang berkembang secara unik di Jepang dan menggunakan bahan makanan yang diambil dari wilayah Jepang dan sekitarnya. Dalam bahasa Jepang, makanan Jepang disebut nihonshoku atau washoku.
          Sushi, tempura, shabu-shabu, dan sukiyaki adalah makanan Jepang yang populer di luar Jepang, termasuk di Indonesia.
          Masakan dan makanan Jepang tidak selalu harus berupa "makanan yang sudah dimakan orang Jepang secara turun temurun." Makanan orang Jepang berbeda-beda menurut zaman, tingkat sosial, dan daerah tempat tinggal. Cara memasak masakan Jepang banyak meminjam cara memasak dari negara-negara Asia Timur dan negara-negara Barat. Di zaman sekarang, definisi makanan Jepang adalah semua makanan yang dimakan orang Jepang dan makanan tersebut bukan merupakan masakan asal negara lain.
          Dalam arti sempit, masakan Jepang mengacu pada berbagai berbagai jenis makanan yang khas Jepang. Makanan yang sudah sejak lama dan secara turun temurun dimakan orang Jepang, tapi tidak khas Jepang tidak bisa disebut makanan Jepang. Makanan seperti gyudonnikujaga merupakan contoh makanan Jepang karena menggunakan bumbu khas Jepang seperti shōyu, dashi dan mirin. Makanan yang dijual rumah makan Jepang seperti penjual soba dan warung makan kappō juga disebut makanan Jepang. Makanan yang mengandung daging sapi sering dianggap bukan masakan Jepang karena kebiasaan makan daging baru dimulai sejak Restorasi Meiji sekitar 130 tahun lalu. Menurut orang di luar Jepang, berbagai masakan dari daging sapi seperti sukiyaki dan gyudon juga termasuk makanan Jepang. 
          Dalam arti luas, bila masakan yang dibuat dari bahan makanan yang baru dikenal orang Jepang ikut digolongkan sebagai makanan Jepang, maka definisi masakan Jepang adalah makanan yang dimasak dengan bumbu khas Jepang, atau Masakan Jepang sering merupakan perpaduan dari berbagai bahan makanan dan masakan dari berbagai negara. Parutan lobak yang dicampur saus sewaktu memakan bistik atau hamburg steak, dan salad dengan dressing parutan lobak merupakan contoh perpaduan makanan Barat dengan penyedap khas Jepang.  Saus spaghetti yang dicampur mentaiko, tarako, natto, daun shiso atau umeboshi merupakan contoh makanan Barat yang dinikmati bersama bahan makanan yang memiliki rasa yang sudah akrab dengan lidah orang Jepang. Bistik dengan parutan lobak sebenarnya tidak dapat disebut sebagai makanan Jepang melainkan bistik ala Jepang (wafū steak). Berdasarkan aturan ini, istilah wafū (和風 ala Jepang) digunakan untuk menyebut makanan yang lazim ditemukan dan dimakan di Jepang, tapi dimasak dengan cara memasak dari luar Jepang.
          Berdasarkan aturan wafū, beberapa jenis makanan sulit digolongkan sebagai makanan Jepang karena merupakan campuran antara makanan Jepang dan makanan asing:
  • Makanan Barat yang dicampur bahan makanan yang unik Jepang, seperti sarada udonudon yang khas Jepang), kari, dan anpanogura yang khas Jepang). (salad adalah makanan Barat tapi dicampur (roti berasal dari Barat berisi
  • Makanan khas Jepang yang berasal dari luar negeri tapi dibuat dengan resep yang sudah diubah sesuai selera lokal, seperti ramen dan gyōza.
  • Makanan yang berdasarkan bahan dan cara memasak sulit diputuskan harus dimasukkan ke dalam kategori makanan Barat atau makanan Jepang, misalnya pork ginger dan butashōgayaki keduanya menunjuk pada makanan yang sama.
          Sebagian besar ahli kuliner berpendapat masakan Jepang mudah sekali dibedakan dari masakan negara tetangga seperti masakan Korea dan masakan Cina. Walaupun demikian, sejumlah makanan Korea juga mendapat pengaruh dari masakan Jepang. Di Korea juga dikenal kimbab (futomakizushi), sup miso, dan takuan (asinan lobak) yang merupakan makanan khas Jepang.

Selasa, 23 November 2010

Masakan Korea


          Masakan Korea adalah makanan tradisional yang didasarkan pada teknik dan cara memasak orang Korea. Mulai dari kuliner istana yang pelik sampai makanan khusus dari daerah-daerah serta perpaduan dengan masakan modern, bahan-bahan yang digunakan serta cara penyiapannya sangat berbeda. Banyak sekali makanan Korea yang sudah mendunia. Makanan yang dijelaskan di sini sangat berbeda dengan makanan yang disajikan dalam kuliner istana (surasang), yang sampai saat ini juga dinikmati sebagian besar masyarakat Korea.
          Masakan Korea berbahan dasar sebagian besar pada beras, mi, tahu, sayuran dan daging. Makanan tradisional Korea terkenal akan sejumlah besar makanan sampingan (lauk) yang disebut banchan yang dimakan bersama dengan nasi putih dan sup (kaldu). Setiap makanan dilengkapi dengan banchan yang cukup banyak.
          Kimchi adalah makanan fermentasi yang berasal dari sayuran, utamanya sawi, lobak dan ketimun. Setidaknya ada satu jenis kimchi yang disajikan bersama banchan pada sepanjang tahunnya. Kimchi juga adalah bahan dasar utama dalam berbagai resep masakan Korea.
Makanan Korea biasanya dibumbui dengan minyak wijen, doenjang, kecap, garam, bawang putih, jahe dan saus cabai (gochujang). Masyarakat Korea adalah pengkonsumsi bawang putih terbesar di dunia di atas warga Cina, Thailand, Jepang, serta negara-negara Laut Tengah seperti Spanyol, Italia dan Yunani.
          Makanan Korea berbeda secara musiman. Selama musim dingin, biasanya makanan tradisional yang dikonsumsi adalah kimchi dan berbagai sayuran yang diasinkan di dalam gentong besar yang disimpan di bawah tanah di luar rumah. Persiapan pembuatan masakan Korea biasanya sangat membutuhkan kerja sama.
          Makanan tradisional dari istana, yang dahulu hanya dinikmati oleh keluarga kerajaan Dinasti Joseon, memerlukan waktu berjam-jam untuk pembuatannya. Makanan istana harus memiliki harmonisasi yang memperlihatkan kontras dari karakter panas dan dingin, pedas dan tawar, keras dan lembut, padat dan cair, serta keseimbangan warna.
          Makanan istana seperti ini beberapa di antaranya dapat mencapai harga ₩240.000 (sekitar AS$265) per orang termasuk minuman juga layanan oleh pelayan eksklusif. Restoran yang menyediakan makanan istana terdapat banyak di kota Seoul. Sejak meledaknya popularitas drama epik Daejanggeum, semakin banyak pula masyarakat yang menyukai makanan istana.

Persamaan Korea dan Jepang


          Populasi penduduk Jepang berkisar antara 126 juta jiwa. Jepang memiliki pendapatan per kapita tertinggi di antara negara Asia lainnya yaitu sebesar US$ 34.189. Jepang memiliki 66 internasional airlines dengan tujuan ke berbagai negara di Asia. Motivasi perjalanan masyarakat Jepang lebih didominasi pada aktivitas wisata dan bisnis. Agustus dan September adalah periode wisata outbound tertinggi di Jepang. Masyarakat Jepang terbiasa akan standar higienis yang tinggi dengan lingkungan yang bersih. Selain itu, jenis makanan tradisional dan spa-therapy di Asia juga merupakan daya tarik tersendiri bagi wisatawan Jepang. Lima atraksi wisata yang paling digemari wisatawan Jepang pada umumnya adalah keindahan alam, wisata belanja, kunjungan kebudayaan dan situs bersejarah, kunjungan museum, dan pameran kesenian.
          Masyarakat Korea berjumlah sebanyak 48,8 juta jiwa, dimana 87% diantaranya hidup di daerah perkotaan. Kecenderungan masyarakat Korea untuk berwisata ke luar negeri disebabkan karena adanya peningkatan masa libur dan penyempitan masa kerja. Destinasi wisata yang sangat diminati masyarakat Korea pada umumnya adalah Cina(2.960.642), Jepang (1.739.424), Thailand (661.779), Philipina (481.397), dan Hongkong (344.393). Pemandangan alam dan keindahan budaya termasuk motivasi wisatawan Korea untuk mengunjungi negara-negara destinasi. Angka rata-rata durasi perjalanan wisata wisatawan Korea ke luar negeri adalah 8,8 hari, dimana 60% wisatawan Korea membeli paket wisata yang ditawarkan oleh BPW setempat.
          Karakteristik wisatawan asal Korea memiliki tingkat religius yang masih rendah. Kebudayaan orang Korea memang tidak jauh beda dengan kebudayaan orang Timur, tetapi mereka tidak begitu suka dengan budaya ritual.
          Wisatawan asal Korea Selatan mesti ditampilkan atraksi alam seperti wisata tirta. Dengan pendapatan yang tinggi, wisman Korea memiliki kebiasaan berbelanja. Pelaku pariwisata juga perlu mengarahkan wisatawan Korea ini ke kawasan pasar seni atau pusat perbelanjaan di Bali.melihat tinggi pendapatan masyarakat Korea Selatan, mereka memiliki peluang yang cukup besar untuk berlibur ke Pulau Dewata ini. Bali juga sudah mendapatkan persepsi yang baik di mata wisatawan Korea.
          Dalam menyasar pasar Korea khususnya Korea Selatan, Bali memiliki pesaing di kawasan Asean seperti Singapura, Malaysia dan Thailand. Komponen masyarakat Bali perlu meningkatkan keamanan, sehingga wisatawan asal Korea Selatan ini bisa tetap dengan nyaman berkunjung ke Bali.penerbangan Indonesia seperti Garuda mesti meningkatkan jumlah rutenya ke Korea Selatan. Ini dilakukan untuk memastikan wisatawan Korea ini tidak mengalami kendala penerbangan ketika akan berlibur ke Bali.

Jumat, 19 November 2010

Kimono

Kimono adalah pakaian tradisional Jepang. Kimono berasal dari kata "ki" yang berarti pakai dan "mono" berarti barang. Jadi, kimono mempunyai arti sebagai baju atau sesuatu yang dikenakan.

Pada zaman sekarang, kimono berbentuk seperti huruf "T". Seperti mantel berlengan panjang dan berkerah. Panjang kimono dibuat hingga ke pergelangan kaki. Wanita mengenakan kimono berbentuk baju terusan, sementara pria mengenakan kimono berbentuk setelan. Kerah bagian kanan harus berada di bawah kerah bagian kiri. Sabuk kain yang disebut obi dililitkan di bagian perut/pinggang, dan diikat di bagian punggung. Alas kaki sewaktu mengenakan kimono adalah zori atau geta.

Biasanya, kimono dipakai ketika acara istimewa terutama pada wanita. Dan terdapat baragam macam kimono untuk macam-macam acara.


Kimono wanita

Pemilihan jenis kimono yang tepat memerlukan pengetahuan mengenai simbolisme dan isyarat terselubung yang dikandung masing-masing jenis kimono. Tingkat formalitas kimono wanita ditentukan oleh pola tenunan dan warna, mulai dari kimono paling formal hingga kimono santai.

1. Kurotomesode

Dipakai oleh: kimono paling formal untuk wanita yang sudah menikah. Bila berwarna hitam, kimono jenis ini disebut kurotomesode (arti harfiah: tomesode hitam).
Guna: Untuk menghadiri resepsi pernikahan dan acara-acara yang sangat resmi.







2. Irotomesode
Arti: Tomesode yang dibuat dari kain berwarna disebut irotomesode (arti harfiah: tomesode berwarna).
Dipakai oleh: wanita dewasa yang sudah/belum menikah.
Guna: Untuk menghadiri acara yang tidak memperbolehkan tamu untuk datang memakai kurotomesode, misalnya resepsi di istana kaisar.



3. Furisode
Dipakai oleh: kimono paling formal untuk wanita muda yang belum menikah.
Ciri khas: bagian lengan yang sangat lebar dan menjuntai ke bawah.
Guna: untuk menghadiri upacara seijin shiki, menghadiri resepsi pernikahan teman, upacara wisuda, atau hatsumode.





4. Homongi
Arti: baju untuk berkunjung (kimono formal).
Dipakai oleh: untuk wanita, sudah menikah atau belum menikah.
Ciri khas: motif di seluruh bagian kain, depan dan belakang.
Guna: dipakai ketika menjadi tamu resepsi pernikahan, upacara minum teh, atau merayakan tahun baru.




5. Iromuji
Arti: kimono semiformal, namun bisa dijadikan kimono formal bila iromuji tersebut memiliki lambang keluarga (kamon).








6. Tsukesage
Arti: kimono semiformal.
Dipakai oleh: wanita yang sudah atau belum menikah.
Guna: untuk menghadiri upacara minum teh yang tidak begitu resmi, pesta pernikahan, pesta resmi, atau merayakan tahun baru.






7. Komon
Arti: kimono santai
Dipakai oleh: wanita yang sudah atau belum menikah.
Ciri khas: motif sederhana dan berukuran kecil-kecil yang berulang.
Guna: untuk menghadiri pesta reuni, makan malam, bertemu dengan teman-teman, atau menonton pertunjukan di gedung.




8. Tsumugi
Arti: kimono santai.
Dipakai oleh: wanita yang sudah atau belum menikah.
Guna: untuk dikenakan sehari-hari di rumah. Tetapi, kimono jenis ini boleh dikenakan untuk keluar rumah seperti ketika berbelanja dan berjalan-jalan.





9. Yukata
Arti: kimono santai
Guna: untuk kesempatan santai di musim panas.







Kimono Pria

1. Kimono paling formal berupa setelan montsuki hitam dengan hakama dan haori
Setelan montsuki yang dikenakan bersama hakama dan haori merupakan busana pengantin pria tradisional. Setelan ini hanya dikenakan sewaktu menghadiri upacara sangat resmi, misalnya resepsi pemberian penghargaan dari kaisar/pemerintah atau seijin shiki.




2. Kimono santai kinagashi

Pria mengenakan kinagashi sebagai pakaian sehari-hari atau ketika keluar rumah pada kesempatan tidak resmi.

한복 (Hanbok)


          Hanbok adalah baju Korea Selatan atau Choson-ot untuk sebutan di Korea Utara.  Hanbok pada umumnya memiliki warna yang cerah, dengan garis yang sederhana serta tidak memiliki saku. Walaupun secara harfiah berarti “pakaian orang Korea”, hanbok pada saat ini mengacu pada ” pakaian gaya Dinasti Joseon” yang biasa dipakai secara formal atau semi-formal dalam perayaan atau festival tradisional, misalnya tahun baru  seollal ( imlek ) atau perayaan chuseok.

Bagian-bagian Hanbok :

1. Jeogori: ialah bagian atas dari hanbok ( baju korea).Untuk hanbok laki-laki ukurannya lebih besar dan simple, sedangkan untuk wanita agak pendek dan ditandai garis lengkung  dan dekorasi yang lembut.
 
2.Deong Jong : yaitu krah yang berwarna yang berwarna putih .

3.  Otgoreum (Cloth Strings):  adalah pita yang dipakai pada baju korea hanbok untuk wanita, yang melintang hingga ke Rok ( chima )

4. Chima : adalah rok pada bagian hanbok. Ada berbagai macam jenis chima, ada yang lapisan tunggal dan ada juga yang double.

5.Pattern:  susunan gambar atau garis  dan juga perpaduan warna.

Masih banyak lagi istilah bagian pada hanbok, misalnya baerae ( pada lengan ), kket dong ( lengan ) dan lain sebagainya. Untuk hanbok pria ada ” baji ” yaitu celana untuk hanbok. biasanya bentuknya longgar .

Kamis, 18 November 2010

ROBOT ROBOT KEREN DARI JEPANG

1. Yume Neko Smile: the robot-cat


 Seneng kucing tapi alergi sama bulu kucing ? Segatoys punya solusinya. The Yume Neko Smile ("Senyum Kucing Impian") adalah robot kucing yang unik tidak seperti mainan biasa. The Yume Neko Smile tingginya 13 inci dan berat 4,5 pound. Dilengkapi dengan 5 sensor yang tersembunyi yang bereaksi terhadap sentuhan. Yume Neko tidak akan bisa memburu tikus tapi matanya bisa berkedip, menggerakkan mulutnya, lehernya, menaikkan pantatnya, dan tiduran, serta selalu mendengkur, meong, dan coba tekan ekornya, dia akan marah dan mendesis. Setelah ditinggal dalam satu saat, seperti layaknya kucing sungguhan, dia akan tertidur, mulai mendengkur pelan dan akhirnya diam dalam mode low-power. Tentu saja, kucing ini bulunya tidak bau dan tidak bikin alergi. Diimpor dari Jepang (mereka juga punya robot anjingnya).
 
 2. Toyota's Humanoid: robot pemain biola

 Toyota baru-baru ini memperkenalkan robot baru yang mampu bermain biola. Meski permainannya belum terdengar sempurna, robot dengan tinggi 1,5 m ini mampu memainkan "Pomp dan Circumstance" dari Elgar tanpa salah.

 3. AR: Robot Pelayan dari Jepang 
 Assistant Robt (AR) asli Jepang ini lumayan tangguh untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan seperti mencuci, ngepel, dan membersihkan dapur. Tapi jangan seneng dulu, produsennya bilang butuh satu atau dua dekade untuk memproduksi massal robot ini.


4. Robot Motoman : Robot yang Pandai Memasak Okonomiyaki
Robot MotoMan SDA1 dari perusahaan Yaskawa Electric, Jepang adalah robot yang juga bisa memasak makananan yang digemari di Jepang yaitu Okonomiyaki (mungkin di Indonesia mirip dengan martabak telor).

5. Yaskawa-kun: Robot penjual es krim di Jepang
Melihat penjual es krim saja semua anak pasti senang, apalagi yang jualnya itu sebuah robot yang lucu Yaskawa-kun adalah sebuah robot penjual es krim yang sedang menjual es krimnya di sebuah theme park di Jepang, tepatnya di Tokyo Summerland.Sama seperti dilayani orang, Yaskawa-Kun akan langsung membuat pesanan es krim bila anda sudah memilih jenis es krim dan juga membayarnya tentu saja. Bedanya, anda bisa memilih es krim melalui layar sentuh yang ada. Lihat videonya, keren juga ternyata.
 


6. RIBA: Robot yang Tugasnya Menggendong Pasien di Rumah Sakit




RIBA (Robot for Interactive Body Assistance) adalah sebuah robot yang diciptakan oleh Japan Institute of Physical and Chemical Research (RIKEN) yang dikhususkan untuk mengangkat atau tepatnya menggendong pasien di rumah sakit.


RIBA nantinya akan menemai para suster yang biasanya memang kesulitan untuk mengangkat pasien dari/ke atas ranjang.

  
7. Hina: Robot dengan karakter manga yang bisa membuat kopi 

  Membuat robot bisa membuat kopi saja sudah sulit tetapi yang dilakukan oleh seorang warga negara Jepang bernama ClockWork (nama samaran) ini sangat kreatif.

Dia bukan saja berhasil memodifikasi mesin robot untuk dapat membuat secangkir kopi tetapi juga melakukan modifikasi tampilan sebuah robot (Kondo KHR-2HV) menjadi sebuah robot dengan karakter Manga yang diberi nama HINA.



 keren banget ya robot-robot itu. sebenarnya masih banyak robot yang lebih canggih di jepang ,,
sayang .. gue cape postingnya .. hahaha ^^

bayangin aja di indonesia ada robot-robot kaya gitu .. wiih pasti rakyatnya tambah males *pLak*
keren banget deh buat robotnya ^^